Kamis, 12 Juni 2008

Al-Qur'an Sebagai Pedoman Hidup Kita

Al Quran diturunkan kepada Muhammad Rasulullah SAW selama 23 tahun masa kerasulan beliau. Al Quran di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan malaikat Jibril. Malaikat Jibril menurunkan Al Quran ke dalam hati Rasulullah dan beliaupun langsung memahaminya. Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah (2) : 97.

Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Kemudian Rasulullah SAW mengajarkan Al Quran itu kepada para shahabatnya. Mereka menuliskannya di pelepah daun daun kering, batu, tulang dll. Pada saat itu belum ada kertas seperti zaman modern sekarang ini. Kemudian para shahabat langsung menghafalnya dan mengamalkannya. Demkian Al Qur;an di ajarkan kepada para shahabat-shahabat yang lain. Al Quran difahami dengan menghafal. Bukan dengan sekedar membaca.

Pada saat Rasulullah telah wafat, banyak terjadi peperangan. Dalam peperangan Yamamah misalnya , banyak para sahabat pemghafal Quran yang syahid. Melihat kondisi ini Umarpun meminta Abu bakar sebagai khalifah untuk membuat Mushaf Al Quran. Abu bakar sempat menolak. „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“ ujar beliau. Tapi dengan gigih Umar bin Khattab menjelaskan urgensinya pembuatan Mushaf bagi kepentingan kaum muslimin di masa yang datang. Akhirnya Abu Bakarpun dapat diyakinkan dan kemudian setuju dengan ide Umar bin Khattab.

Abu Bakarpun lalu meminta Zaid bin Haritsah untuk melakukan tugas ini. Zaid bin Haritsah pun sempat berkata : „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“. Tapi akhirnya Zaidpun setuju dan mulai mengumpulkan shahifah-sahhifah yang tersebar di tangan para shahabat yang lain. Batu, daun-daun kering, tulang dll itupun disimpan di rumah Hafsah.

Barulah pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, Mushaf Al Quran selesai sebanyak 5 buah. Satu disimpan Utsman dan 4 yang lain disebar ke : Makkah, Syria, Basrah dan Kufah. Jadi pada saat itu para shahabat, tabi’it dan thabi’i tabiin mempelajari al Quran dengan menghafal karena jumlah Mushaf yang sangat sedikit.

Bagaimana dengan kondisi zaman sekarang? Bila kita perhatikan di sekitar kita, diantara teman-teman dan keluarga kita, ada berapa persen diantara mereka yang hafal Al Quran ? Berapa persen yang sedang menghafal Al Quran? Mungkin kita susah memberikan persentase karena dihitung dengan jari-jari tangan kita belum tentu genap semuanya.

Kaum muslimin saat ini masih cukup berpuas diri dengan membaca Mushaf Al Quran dan tidak memahami maknanya. Padahal membaca Al Quran baru langkah awal interaksi Al Quran. Al Quran sebagai petunjuk bagi kita tidak cukup dibaca tapi juga dihafal dan difahami.

Mungkin ada sebagian yang berkata mengapa perlu menghafal ? Tidakkah cukup dengan membaca Mushaf dan membaca tarjemahan ? Ternyata tidak cukup. Dengan menghafal Al Quran ada „rasa“ (atau zauk) yang diberikan Allah kepada hati kita. Rasa ini didapat karena ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang. Pengulangan kalam-kalam suci itulah yang menjadi „makanan“ untuk hati. Dan sesuai dengan ayat di Al Baqarah : 97 diatas, Al Quran itu diturunkan di hati Nabi Muhammad. Bukan di akal fikiran beliau. Artinya Al Quran itu konsumsi/makanan hati bukan sekedar fikiran.

Rasa inilah yang menjadikan kita nikmat mengenal Allah, memahami kehendakNya dan ringan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. „ Rasa „ ini kurang ada juga sedikit ketika kita hanya membaca. Apalagi bila membacanya tidak diiringi dengan pemahaman artinya. Dan membaca tidak diulang-ulang. Efeknya sangat berbeda dengan mengulang-ulangnya.

Kaum muslimin saat ini cukup berpuas diri dengan membaca „buta“ Al Quran dan menimba ilmu dari para ustadz, kiai dan pemuka-pemuka agama. Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada para penyampai-penyampai risalah agama, kita sebagai hamba Allah, secara individual juga mempunyai kewajiban berusaha memahami Al Quran dari aslinya langsung dari firman-firmanNya.

Bila kita menghafal dan mentadaburi Al Quran maka Allah akan mengajarkan kepada kita pengetahuan melalui hati kita dengan perantaraan ilham. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Asy Syams ayat 8-10:

“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.“

Ilham ini dapat dirasakan dengan dalam hati kita. Bukankah kita pernah bingung tentang suatu masalah, kemudian pada suatu saat kita, „cling“ mememukan cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Itulah ilham.

Atau ilham itu sebagai furqan atau pembeda mana-mana amal yang haq dan mana-man yang bathil. Sebagai misal ketika kita masuk ke tempat maksiat maka hati kita akan terasa tidak enak, tidak nyaman. Itulah peringatan dari hati kita yang bersih. Furqan inilah yang dibutuhkan di dalam kehidupan ketika berperang dengan bisikan-bisikan syaithan yang membujuk-bujuk kita untuk berbuat maksiat dengan iming-iming duniawi yang menggiurkan. Karena itu sangatlah kita memerlukan furqan yang menjadikan kita mantap mengetahui yang haq dan yang bathil. Seperti disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam surat Al Anfaal ayat 29:

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Al Quran juga sebuah petunjuk/pedoman hidup bagi kita kaum muslimin :

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
(QS Al Baqarah : 2)

Jadi intinya Al Qu’an adalah pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang hafal dan faham Al Quran. Bagaimana Al Quran bisa menjadi pedoman hidup seorang muslim secara individual bila membaca dan memahaminya secara tuntas saja belum dilakukan ? Dan banyak diantara kaum muslimin yang meninggal dalam keadaan belum pernah membaca dengan tuntas Al Quran.

Bayangkan apabila kita akan pergi ke puncak Gunung Semeru. Sebelum pergi kita dibekali dengan peta, rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk oleh seorang pendaki gunung profesional. Tetapi kita tidak memahami petunjuk-petunjuk tersebut. Apakah kita dijamin akan sampai di puncak gunung semeru dengan selamat ? Kita mungkin lebih senang bertanya dengan penduduk setempat. Bila kita bertemu dengan penduduk yang sangat kenal gunung semeru mungkin kita akan sampai dengan selamat. Tetapi bila orang kita tanya juga kurang faham jalan ke puncak gunung, akankah kita sampai ke puncak dengan selamat atau mungkin kita bisa tersesat ? Padahal bila kita memahami, petunjuk, peta dan juga bertanya maka kita akan mendapat jalan pintas untuk sampai ke puncak gunung.

Memang solusi pemahaman Al Quran ini tidak akan dapat berhasil bila sistem pendidikan agama tidak berjalan intensif sejak dini. Sebagai permisalan, bahasa Inggris diajarkan sejak SD. Maka kita lihat ketika lulus SMA para mahasiswa sudah bisa belajat dari diktat berbahas Inggris. Bila sistem ini diterpakan juga untuk bahasa Arab (sebagai media inti pemahaman Al Quran) maka ketika berumur 20-25 seorang muslim sudah mulai bisa memahami Al Quran dengan mandiri.

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, memahami Al Quran bukan fardhu kifayah yang dibebankan kepada ulama, kiai atau ustadz. Tapi seperti dicontohkan oleh para sahabat, membaca, menghafal, memahami dan melaksanakan Al Quran dilakukan sebagai kewajiban indivial setiap kaum muslimin. Bila secara individu seorang muslim meningkat kualitasnya, keluarga yang dibinanya juga akan berkulaitas sehingga akhirnya sebuah masyarakat madani yang dirindukan selama ini juga dapat terwujud.

Demikianlah renungan kita tentang Al Quran. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita semua sehingga kita menjadi orang-orang yang mencintai Al Quran, membacanya, menghafalkannya, memahaminya dan mengamalkannya.

Wallahu alam bi shawab

Ummu Alya

Senin, 02 Juni 2008

Lirik lagu Dygta dan Republik

Dygta ~~~ Kesepian

kurindu disayangi
sepenuh hati
sedalam cintaku
setulus hatiku

kuingin memiliki
kekasih hati
tanpa air mata
tanpa kesalahan

*
bukan cinta
yang melukai diriku
dan meninggalkan hidupku
lagi

tolonglah aku
dari kehampaan ini
selamatkan cintaku
dari hancurnya hatiku
hempaskan kesendirian
yang tak pernah berakhir

bebaskan aku
dari keadaan ini
sempurnakan hidupku
dari rapuhnya jiwaku
adakah seseorang
yang melepaskanku
dari kesepian ini

back to *

adakah seseorang
yang melepaskanku
dari kesepian ini

------------------------------------------------------------------------------------

Republik ~~~ Hanya Ingin Kau Tau

Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku

Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

ow wooo wo wo wo

Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup

Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

ow wooo wo wo wo wo wo wo wo wo

Selasa, 27 Mei 2008

Hari ULTAH Yang Buruk

Hari ini terasa sangat sepi, karna q menjalani hari Ultahku yang ke 16, ada kabar buruk dan juga ada masalah yang menimpaku. Aku pergi berjalan-jalan untuk menghilangkan semua masalah yang ada, tapi aku pergi dengan sendirian, sebab memang susah untuk mencari teman yang baik saat ini. Aku memang tidak memiliki teman untuk saat ini di sekolahku, tapi aku akan terus berjuang meski tidak ada dorongan dari siapapun.
Kabar yang kuterima pun sebenarnya membuatku gelisah, karna orang yang paling aku perhatikan, paling aku -----, paling aku -----, orang yang selalu aku pikirkan ia hari terkena gejalan penyakit tipes, dikarenakan dia kurang makan sarapan, kurang istirahat dan banyak kegiatan. Aku sudah menasehatinya untuk sarapan setiap kali sebelum turun sekolah, tapi karna memang kebiasaannya seperti itu ia tetap tidak melakukannya.
Memang aku g pantas untuk di perhatikan dan merhatikan orang lain, sebab aku sendirian kini. Setelah aku sadar bagaimana hidup ini seharusnya aku jalanin, malah masalah, musibah, dan berit buruk datang melanda pada ku. Astagfirullah .
Umurku sudah 16 tahun, tapi karna banyaknya masalah yang ada padaku, aku merasa harus menyelesaikan nya pada saat ini. Masalah-malasah yang timbul saat aku sebelum 16 tahun harus aku selesaikan juga pada umur 16 ini. Karna saat umur 17 tahun, aku tidak ingin banyak masalah menimpaku. Cukup masalah yang ada, karna itu aku harus berjuang keras menyelesaikan masalah itu. Sukses >^_^<

Tapi aku akan terus menjalani hidup ini meskipun banyak masalah yang menimpa padaku, karena aku yakin ALLAH SWT akan membantu ummatnya yang bersabar dengan cobaan yang ada pada ummatnya. Amin >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


>>^~SELAMAT DAN SEMANGAT YA RAHMANSYAH~^<<

Senin, 26 Mei 2008

???????????

___________________________^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^__________________________
Jadi bingung nih mulai dari mana ^_^ oya kalau gtu mulai za dech :D


Dulu saat masih seperti anak-anak muda yang lain, ya seperti pacaran, jalan dan ngumpul-ngumpul saat malam minggu'an dll, tidak ada pikiran untuk untuk mempelajari yang sangat penting dalam hidup ini yaitu Islam. Dulu mungkin bisa di bilang sebagai anak yang nakal, bandel, pokoknya seperti bagaimana anak muda pada saat zaman ini.
Tapi sekarang setelah aku bertemu dengan dirinya dan mulai menyukainya, aku mulai berfikir untuk merubah diriku. Sebab yang paling pertama adalah karna ia adalah seorang Ahkwat yang menutup auratnya. Setiap melihatnya saja aku berfikir aku harus menjadi seseorang yang baik untuk dapat berteman dengan dirinya, maka aku mulai untuk belajar Islam dan yang lainnya.
Beberapa bulan berlalu aku dan dia saling berhubungan sebagai teman, saling bercerita tentang masa lalu dan banyak cerita lainnya. Lalu suatu perasaan muncul dariku, yaitu perasaan yang tidak biasanya seperti sesuatu yang sangat menyenangkan, gembira, sedih, semua bercampur aduk didalam perasaan itu. Aku mulai menyatakan perasaan tu kepada dia bukan bermaksud untuk berhubungan lebih seperti pacaran, hanya sekedar menyatakan, karna aku tau pacaran sebelum menikah itu adalah haram, dan haram itu dosa. Dia pun memberitahuku seperti itu, tapi aku tetap menyatakan perasaanku padanya. Sebenarnya dia pun seperti itu kepadaku tapi karna ada sesuatu yang melarang kami tidak bisa menjadi lebih dari teman.
Mungkin pembaca dapat memikirkan aku dan dia selalu berbica langsung dengannya, tapi sebenarnya kami hanya berbicara lewat telepon setiap malam dan saat bertemu kami hanya saling diam dan tidak menegur satu sama lain, seperti dua orang yang saling bermusuhan yang selalu bertemu.
Memang perasaan itu akan merasa sakit jika seperti itu, memang ada beberapa sebab aku seperti itu, yaitu aku ingin menjaganya dengan tidak terlalu mendekatinya, maksudnya aku tidak ingin dia menjadi seperti perempuan seperti anak muda perempuan pada zaman ini, lalu setelah memikirkan beberapa hal yaitu aku tidak ingin ia terlalu dekat denganku didepan teman-teman, karna aku memang sangat tidak pantas berteman dengannya apa lagi setelah aku tau dia pun mulai menyukaiku, aku merasa lebih tidak pantas karna aku hanyalah seorang yang jelek botak, jerawatan, hitam,dan terlebihlagi tidak berguna buat dia, dia bagaikan bidadari yang paling cantik diantara bidadari lainnya dibandingkan dengan aku yang meminta pertolongannya yaitu semangat yang ku butuhkan untuk kembali ke jalan yang benar. Apakah aku pantas untuknya ? kurasa tidak karna alasan diatas.
Dia pernah bilang aku itu terlalu baik sama dia, aku hanya melakukan rasa terima kasih ku sama dia dan apa saja yang bisa aku lakukan aku akan membantunya sekuat kemampuan yang aku miliki.
Tapi ada perasaan yang lebih sakit lagi daripada tidak saling berbicara saat bertemu, yaitu <><><><><><><><><<><><><><<><><>yaitu hal aku jaga<><><><>><
saat itu aku. dan saat itulah aku berfikir aku sangat tidak berguna dan cocok untuknya.
Lambat laun aku mulai mendalami Islam dan aku tau apa yang telah aku lakukan selama ini tidak di perbolehkan, meskipun berbicara lewat telepon Aku mulai memaksakan diriku melupakan dirinya memang tidak bisa semua, tapi ada beberapa yang bisa. (aku jadi susah mw jelasinnya, yang penting gtu dech).
Saat hati ini ingin melupakannya berat rasanya karna lamanya jalan yang sudah ku tempuh dapat membuatnya menyukaiku, aku begitu <><><><><> hingga aku tak bisa melupakannya satu hari saja, setiap hari selalu memikirkannya, meskipun sekarang aku ingin melupakan dia.
Sebenarnya apa yang harus aku lakukan saat ini <><> ??? aku bagaikan kura-kura yang kehilangan tempurung/rumahnya . Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan untuk hidup ini, setelah kita agak menjauh beberapa hari ini.
Dan aku juga ingin meminta maaf karna telah menganggumu selama ini pada siang, sore, maupun malam hari. Waktu hanya terbuang sia-sia untuk menerima teleponku dan mendengarkannya selama beberapa menit dan bahkan beberapa jam.
Aku juga ingin bilang terima kasih banyak karna telah menjadi penyemangat buat ku, penyemangat yang sangat membuatku bingung bagaimana dirimu ><><><><><><
Tetapi ketahuilah satu hal aku tidak akan pernah melupakan dirimu dan semua kenangan yang ada tapi aku akan menguburnya disuatu tempat( melupakan dan mengubur berbeda ya )
Terima Kasih |~|~|!T@

Jumat, 16 Mei 2008

Masjid Al-Aqsa



Mesjid Al-Aqsa (bahasa Arab: المسجد الاقصى , Al-Masjid Al-Aqsa, arti harfiah: "mesjid terjauh") adalah bagian dari kompleks bangunan suci di Yerusalem yang dikenal dengan nama Al-Haram asy-Syarif (tempat suaka kudus (?) Noble Sanctuary) bagi umat Muslim dan dengan nama Har Ha-Bayit (Bukit Baitallah (?) Temple Mount) bagi umat Yahudi dan Nasrani.

Literatur Muslim menyatakan bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari lokasi ini pada tahun 621, menjadikan mesjid ini sebagai tempat suci ketiga di Islam (lihat Isra' Mi'raj.)

Beitul Maqdis (Mesjid Al-Aqsa) merupakan kiblat sembahyang umat Muslim yang pertama sebelum dipindahkan ke Ka'bah di dalam Masjidil Haram. Umat Muslim berkiblat ke Beitul Maqdis selama Nabi Muhammad mengajarkan Islam di Mekkah (13 tahun) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Medinah. Setelah itu kiblat sembahyang adalah Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah hingga sekarang.

Mesjid Al-Aqsa saat ini adalah mesjid yang dibangun secara permanen oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan selesai tahun 73 H. Agak berbeda dengan pengertian Mesjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra' Mi'raj yaitu meliputi seluruh kawasan Al-Haram asy-Syarif.

Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran tersebut juga menyebabkan sebuah mimbar kuno yang bernama "Shalahuddin Al-Ayyubi" terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar buatan Jepara, Indonesia. Keluarga Bani Hasyim, yang masih bertalian darah dengan Nabi Muhammad menurut tradisi merupakan keluarga yang bertanggungjawab memelihara tempat-tempat suci Islam di kawasan tersebut.

Sumber www.Myquran.org

Kamis, 08 Mei 2008

Ketika Cinta Mulai Menggoda

Cinta memang bisa membuat kita terlena akan hal-hal yang di Larang -Nya !^!
Suatu ketika saya terlena akan begitu manisnya cinta terjadi, saya merasa rela melakukan apa saja untuk dia

Kamis, 03 April 2008

Ikut Presentasi Sekolah Ke SMP-SMP Negeri



Saat asik baca buku di PERPUS saya dan beberapa teman yang lain di panggil Bu Casy, lalu Bu Casy memberitahukan kami akan ikut presentasi ke SMP-SMP, karna saking senangnya dan kami berpikir pasti akan dapat beberapa pengalaman yang berbeda daripada yang lainnya jadi kami ikut dech.
Tak lama setelah Bu Casy memberitahukan tentang presentasi kami langsung mengerti bahwa pasti ada persiapan, lalu saya dan teman-teman mulai menyiapkan bahan yang akan digunakanl.
Setelah itu saya langsung bergegas pergi Menuju Kendaraan / Mobil Pak Sigit, lalu kami menaruh LCD, LAptop, Brosur dan formulir di Mobil. Setelah selesai saya dan teman-teman langsung masuk ke dalam mobil bersama-samaan dengan Pak Sigit dan Pak Asmar.

Setelah cukup lama berjalan akhirnya sampai juga di Tempat Lokasi / SMP Negeri 32, lalu kami pergi menghadap Kepala Sekolah untuk meminta izin Presentasi Sekolah, karna Kepala Sekolah sedang tidak ada maka kami menghadap Wakil Kepala Sekolah dan kebetulan Bapak tersebut adalah salah satu Sepupunya guru yang mengajar di SMK TI Airlangga, yaitu Bu Yuli ( Dewi ). Tapi itu hanya pembicaraan iklan saja intinya ingin meminta izin Presentasi Sekolah. Setelah di perbolehkan, sebenarnya kami ingin langsung bergegas masuk ke kelas-kelas untuk presentasi tapi berhubung masih istirahat kami dipersilakan duduk dulu di dewan guru sambil menunggu jam istirat setesai. Setelah jam masuk kelas berbunyi kami langsung menuju kelas 3 yang paling dekat dengan dewan Guru.

Selasa, 01 April 2008

Talk Show Bersama Ustadz Habiburrahman El Shirazy

Acara Talk Show ini akan di laksanakan pada tanggal 1 April 2008, pada jam 15.30 . Tepatnya Di GOR Segiri Samarinda, Dengan pemateri Ustadz Habiburrahman El Shirazy. Di sana juga sambil dapat membeli Novel Ayat-Ayat Cinta + Tanda Tangan Ustadz Habiburrahman El Shirazy.
Kabar ini baru saja saya dapat pada hari Talk Show itu akan dilaksanakan, karna baru mungkin akan cukup susah untuk menghadiri acara tersebut, sebab acaranya dadakan, truz g sempat atur jadwal dech , , , , ( Kaya orang sibuk aja ).
Mungkin Acara ini akan banyak menghadiri terutama komunitas muslim Samarinda tentunya, apalagi buat para ahkwatnya pasti banyak tuh. Ya kan>>>>> ^_^
Ya udah dech yang pasti jangan menyesal ya karna baru baca ...........

Sabtu, 29 Maret 2008

Komunitas Islam Indonesia



Assalamulaikum Wr. Wb.
Saat sedang browsing untuk mencari bahan-bahan belajar Islam, saya menemukan halaman MyQur'an dan disini saya menemukan hampir semua yang hal-hal tentang Islam dibahas. Saya menyadari ternyata MyQur'an ini adalah tempatnya "Komunitas Muslim Indonesia" , mungkin kita dapat menyimpulkan bahwa MyQur'an hanyalah sebuah Web Site Biasa atau tempat Forum, tetapi tidak serperti itu adanya, disana ada banyak sekali pilihan-pilihan, yaitu : Forum, Chat, Wiki, Ecard, Radio, Iklan Baris, Bantuan, Cari, Profil kita, Pesan, Kalender, Anggota dan satu lagi yang menakjupkan adalah adanya Al-Quran dari Jus 1-30, Subhanullah. Sekarang Al-Qur'an saja sudah bisa masuk di Dalam Internet ya, Semoga saja hal-hal seperti itu dapat dimanfaatkan oleh para manuasia dengan sebaik-baiknya. Aminnn.......... ^_^

Karena rasa penasaran saya yang cukup tinggi untuk belajar memperdalami agama islam, maka saya mencoba bergabung dengan alamat WebSite tersebut, yaitu dengan cara mendaftar menjadi anggota MyQur'an ( MyQers ).
Setelah saya menjadi anggota, sayapun mengikuti forum MyQur'an dan disana banyak sekali yang saya dapatkan tentunya setelah saya bertanya di forum tersebut dan banyak membaca-baca di Forum tersebut.

INTINYA BUAT SIAPA SAJA YANG INGIN BERTAUBAT DAN MEMPERDALAMI ISLAM DAPAT BELAJAR DI WEBSITE TERSEBUT.

Itu saja yang dapat saya sampaikan Kurang dan Lebihnya mohon dimaafkan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Senin, 24 Maret 2008

Pengalaman Ke Sebulu

Tepat sore pukul 4, saya langsung bersiap-siap untuk pergi liburan setengah hari ke Sebulu. Sebelumnya saya belum pernah pergi ke sana, sebab ya memang g da waktu dan tidak ada keperluan. Tapi tiba-tiba saya terpikirkan untuk mengunjungi teman lama dan ada beberapa kepentingan lainnya.
Sore itu saya berlibur kesana sendirian, ya karna g da teman yang cukup dekat untuk kompromi berliburan setengah hari. Memang teman yang mau di ajak lagi sibuk sendiri jadi sendirian deh liburannya.

Dengan persediaan bensin Full di tangki motor maka saya langsung berangkat dari Samarinda - Sebulu. Perjalanan ke Sebulu cukup lama sebab memakan waktu hampir 2 jam, ya sama seperti pergi ke Balikpapan. Tapi dari segi jalan dan suasana lebih bagus ke Balikpapan. Di tengah perjalanan saya hampir tersesat karna jalan yang saya lalui belum pernah saya lewati, lalu saya bertanya kepada seseorang di M-kios " Mas, di sini Udah Sebulu ya mas ", lalu ia menjawab " Oh, di sini masih L-4 de, kalau mau ke Sebulu masih jauh, sama serperti dari sini ke samarinda lagi de " katanya. Lalu saya berkata " Oya kalau gitu makasih ya mas ".
Dengan semangat 45 ( seseorang ) dan teman yang ada di Sebulu saya melanjutkan perjalanan. 1 1/2 jam lebih berlalu akhirnya saya sampai di juga di Sebulu SP-2 di rumah teman saya.
Sekitar Pukul 17.44 (5.44) saya sampai pada rumah teman saya, karna sudah hampir malam saya disuruh ma teman dan ortuny atuk bermalam disana, tapi tidak jadi, karna seseorang menyuruh pulang dan katanya juga besok ada acara di sekolah jadi jangan bermalam disana, coz g jadi decH.^_^
Sebenarnya tujuan ke sana adalah mencari rumah ortu teman tapi karna udah mulai malam saya tidak jadi mencarinya, dan saya langsung pulang, karna hari sudah mau malam. Saat saya berjalan pulang ke Samarinda saya bergegas, sebab dari segi motor saya juga kurang bagus, yaitu lampu yang agak ke atas setelah menabrak mobil beberapa hari yang lalu. Saat di Perjalanan saya mengikuti 1 motor, mungkin orang yang mengendarainya cukup heran sebab saya mengikutinya dari Sebulu sampai L-4 dan itu cukup jauh loh.......
Tak lama saya mengikuti sampai L-4 motor tersebut belok kekanan lalu saya, sebelumnya saya pikir motor tersebut mw ke jalan lain tapi setelah saya bertanya kepada teman saya tak lama sampai di Samarinda ternyata jalan tersebut jalan ke Samarinda juga, tapi karna ketidak tahuan saya tentang jalan saya melewati jalan yang lebih panjang dan kata teman saya jalan itu pun kurang diminati oleh para kendaraan bermotor sebab kata teman saya cukup angker sebab banyak yang meninggal di jalan itu dikarenakan banyak kecelakaan ..... ya karna ketidaktahuan saya juga saya melewati jalan itu pada saat magrib, dan Alhamdulillah saja saat itu tidak terjadi apa-apa.
Pukul 19.24, akhirnya saya tiba di Samarinda dan saya langsung pulang untuk mandi dan bersiap-siap sholat Isya, meskipun saya belum sholat Mahgrib.
Memang pengalaman tersebut cukup berarti karna itu perjalan pertama ke Sebulu dan dengan pertama kalinya saya menggunakan kendaraan motor saya sendiri.


Peringatan saja ::: " Jangan Berjalan keluar Kota Sendirian " :::